Hadjir, Guru Kursus Batik Turis Asing

Berkunjung ke Yogyakarta tidak akan lengkap jika anda tidak mengunjungi Istana Air Tamansari, yang berlokasi di Kraton. Kantor pariwisata di Kraton mencatat ada sekitar 6500 sampai 7000 pengunjung yang berkunjung ke Tamansari setiap bulannya, dengan peningkatan jumlah pada saat liburan. Para wisatawan juga membawa keuntungan secara ekonomi untuk masyarakat di wilayah sekitar, terutama dalam mempromosikan…

Gadri Resto, Kuliner Khas Kraton

Ketika anda berwisata ke Jogjakarta, tidak lengkap rasanya jika anda tidak mencoba masakan khas Jawa. Tidak ada salahnya jika anda mencoba masakan kesukaan raja-raja Kraton Jogja. Saat ini, masakan khas Jawa kesukaan raja-raja kraton dapat dengan mudah anda temui di beberapa tempat di Jogjakarta. Salah satunya jika anda melewati Jalan Rotowijayan, anda akan menjumpai sebuah…

Gudeg Jogja Yang Mendunia

Jika suatu ketika kita ditanya tentang makanan khas dari Jogja, pasti secara spontan kita menjawab “Gudeg”. Karena memang Gudeg merupakan makanan khas Yogyakarta. Seperti halnya Sate Madura dan Pempek Palembang, Gudeg Jogja juga sangat familiar di telinga masyarakat Indonesia. Bahkan para wisatawan mancanegara pun jika berkunjung ke Jogja, kebanyakan dari mereka pasti mencari Gudeg, karena…

Kelezatan Jajan Pasar

Jika suatu ketika kita berjalan-jalan ke pasar-pasar tradisional di daerah Yogyakarta umumnya, kita sering melihat makanan-makanan tradisional yang banyak ditawarkan oleh para pedagang di pasar tradisional tersebut. Makanan-makanan tradisional tersebut yang sering kita sebut dengan “Jajan Pasar”. Sepintas memang jika dilihat dari penampilannya, jajan pasar kurang menarik, namun jika dirasakan kelezatannya maka kita akan terperangah,…

Bale Raos, Restoran Unik Dengan Andalan Masakan Kesukaan Sultan

Berangkat dari misi ingin melestarikan kekayaan budaya khususnya dalam hal keanekaragaman hidangan khas Kraton Yogyakarta dan pengangkatan citra makanan tradisional di mata masyarakat nasional maupun internasional serta memberikan alternatif pilihan sajian hidangan bagi masyarakat Yogyakarta maupun wisatawan, terbentuklah suatu restoran unik yang sangat berbeda dari restoran kebanyakan di Yogyakarta, baik dari segi menu, cara penyajian,…

Menikmati Keunikan Rasa Legen

Bagi beberapa orang, nama legen mungkin masih terdengar asing di telinga. Hal ini cukup wajar mengingat jumlah penjual legen yang tidak terlalu banyak. Legen adalah sejenis minuman tradisional yang terbuat dari getah manggar atau bunga kelapa. Caranya, seikat manggar dipotong ujungnya kemudian getah yang dikeluarkan ditampung dalam bumbung atau bambu. Hal ini dilakukan setiap pagi…

Pulo Cemeti

Ketika pertama kali mendengar orang menyebut ‘Pulo Cemeti’, Anda mungkin berpikir itu merupakan sejenis pulau yang bernama Cemeti. Kenyataannya tidak demikian. Pulo Cemeti adalah peninggalan budaya berbentuk bangunan runtuh yang terletak di belakang Pasar Ngasem. Karena tinggi, saat ini orang-orang menggunakannya untuk melihat keindahan kota Yogyakarta. Anda tinggal menaiki tangganya dan akan terpana bahwa Anda…

Ndalem Condrokiranan di Jalan Wijilan

Sebelum bernama ndalem Condrokiranan, ndalem ini sempat dinamai ndalem Wijilan. Semula ndalem ini ditinggali oleh Adipati Kanjeng Gusti Pangeran Aryo Mataram yang kemudian diangkat menjadi Sri Sultan Hamengku Buwono III. Menggantikan beliau, ndalem menjadi milik Gusti Pangeran Wijil yang kemudian diteruskan oleh putranya yang bernama KRT Wijil, sehingga ndalem ini dikenal sebagai Ndalem Wijilan. Selanjutnya…

Ndalem Yudonegaran di Jalan Ibu Ruswo

Ndalem yang dibangun pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono VII (1877-1921) ini pada awalnya ditempati oleh GKR Dewi, Putri ke-38 HB VII dari permaisurinya GKR Kencono. Sekarang ini ndalem tersebut ditempati oleh GBPH Yudoningrat, Putri ke-13 HB IX dari KRAy Hastungkoro. Ndalem ini pernah dimanfaatkan sebagai Fakultas Sastra UGM sampai tahun 1960-an, sebelum akhirnya pindah…

Ndalem Wironegaran di Jalan Suryomentaraman

Dalem ini dibangun sekitar abad ke-18. Awalnya dalem ini ditinggali oleh GBPH Suryomentaraman (putra ke-55 dari Sultan Hamengku Buwono VII), kemudian ditempati oleh BRAy. Condrodiningrat (Putri ke-15 dari Sultan Hamengku Buwono VIII), sehingga pernah dikenal dengan nama Dalem Condrodiningratan. Sekarang Dalem ini ditempati oleh GKR Pembayun (Putri sulung Sri Sultan Hamengku Buwono X) dan suaminya,…