Kearifan Lokal Jogjakarta

Sepanjang jalan menuju Jogja, banyak hal-hal kecil yang sayang untuk anda lewatkan. Dimulai dari Tugu Jogja yang terkenal sebagai simbol Jogja, lampu jalan yang antik, sampai andong sebagai salah satu alat transportasi yang cukup menarik minat wisatawan.

Malioboro
Yogyakarta sangat identik dengan kata satu ini. Malioboro adalah nama sebuah jalan yang mengantarkan Anda pada Istana Kesultanan Yogyakarta atau biasa disebut Kraton. Pada kenyataannya, Malioboro merupakan salah satu pusat perdagangan kota. Anda dapat menemukan bermacam toko di kedua sisi jalan, mulai dari toko pakaian, perak, batik, dan sepatu. Selain itu juga ada banyak pedagang kecil yang berjualan pernak-pernik di depan toko-toko tersebut. Harga yang murah dan pelayanan yang ramah dari para penjual menjadikan jalan ini selalu dipenuhi pengunjung tiap harinya. Untuk dapat lebih menjelajah jalan Malioboro, sebaiknya Anda siapkan stamina ekstra karena Anda harus jalan cukup jauh. Sebelum mengakhiri petualangan Anda di Malioboro, silakan mampir dulu ke pasar Bringharjo, di sana Anda akan temukan beragam barang-barang tradisional yang Anda inginkan. Selamat berbelanja!

Kerajinan Perak
Perhiasan apa yang paling terkenal dari Yogyakarta? Jawabannya pasti perak. Perhiasan-perhiasan yang terbuat dari perak ini sangat terkenal kualitasnya. Ada banyak pengrajin memasarkan barangnya ke toko-toko besar seperti di mall atau supermarket, tapi banyak juga yang menjualnya lewat toko-toko kecil sehingga Anda bisa mendapatkannya dengan harga yang cukup miring. Selalu waspada ketika melewati jalan Malioboro, kalau tidak maka Anda kehilangan kesempatan berburu perak yang murah. Jangan ragu untuk menawar demi gelang, anting, kalung dan miniatur-miniatur perak impian Anda.

Stasiun Tugu
Stasiun Tugu merupakan stasiun terbesar di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Di stasiun ini berlangsung proses transportasi dengan kereta api, dari dan ke luar Yogyakarta. Para wisatawan ataupun masyarakat umum yang datang ke Yogyakarta dengan menggunakan jasa kereta api biasanya turun di Stasiun Tugu, namun kadang ada juga yang turun di Stasiun Lempuyangan. Namun lebih banyak yang turun di Stasiun Tugu, karena memang Stasiun Tugu merupakan stasiun utama yang merupakan tempat berhenti atau transit semua kereta api yang melalui Yogyakarta. Dari Stasiun Tugu para wisatawan dapat memulai perjalanan wisatanya di Yogyakarta.

Lampu Antik Penerang Jalan Jogja
Di kala malam hari, jalan-jalan protokol di kota Jogja terlihat semakin meriah dan terang benderang dengan adanya lampu cantik nan antik yang menghiasinya. Para pengguna jalan dimanjakan dengan warna-warni cahaya lampu yang ada hampir di setiap sudut kota Yogyakarta. Salah satunya adalah lampu antik penerang jalan yang ada di jalan Malioboro. Bentuknya yang khas dan unik sangat menggambarkan ciri khas kota Yogyakarta. Lampu-lampu tersebut dikatakan antik karena selain bentuknya yang unik, lampu-lampu tersebut sudah menerangi jalan Malioboro sejak jaman penjajahan Belanda dan hingga sekarang masih tegak berdiri menerangi kota Yogyakarta di malam hari.

Terapi Dengan Batik
Kadang obat tidak selalu dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Maka dari itu beberapa terapi psikologis didayagunakan sebagai pendekatan untuk penyembuhan. Salah satunya adalah terapi menggunakan lilin dan pewarna sebagai media. Pasien diajarkan dan difasilitasi untuk melukis. Karena nama terapinya adalah Terapi Batik, maka metode yang dipakainya sama seperti membuat batik, diawali dengan menggambar pola, mengoles lilin, mewarnai kain dan mencucinya di akhir proses. Pasien boleh menggambar gampar apa saja sehingga ia benar-benar menikmati proses tersebut dan terlepas bebannya.

Terapi ini telah dikembangkan di di bawah pengawasan Yayasan Anti Kanker Indonesia. Karena ilmu kesehatan mengatakan bahwa beban pikiran dapat menyebabkan bermacam-macam penyakit, maka yang perlu ditangani adalah pikirannya. Oleh karena itulah terapi seperti ini terbukti sangat ampuh membantu mengusir stress dan penyakit.

Mari Sehatkan Yogyakarta

Pada sekitar tahun 1990, Pak Sutiyoso bersama Ayahnya yang sangat prihatin terhadap pengobatan kanker, mendirikan sebuah yayasan anti kanker yang dinamai Yayasan Anti Kanker Indonesia atau YAKIN. Yayasan yang secara khusus ditujukan bagi pencegahan dan pengobatan kanker ini berada di Jalan Ngasem, Kecamatan Kraton. Pada dasarnya, pengobatan tersebut menggunakan tumbuh-tumbuhan obat tradisional (seperti sambiloto dan kumis kucing) yang telah diramu, oleh karena itu para pasien tidak perlu khawatir akan efek sampingnya karena sudah pasti aman.

Selain berbekal semangat membantu masyarakat, yayasan ini juga memikirkan tentang kecerdasan otak. Dengan memproduksi sebuah produk jamu AKAL yang berbahan dasar temu lawak, Yayasan Anti Kanker Indonesia telah menyumbangkan tangannya untuk mencerdaskan bangsa.

Sepeda Onthel di antara Bisingnya Suara Mesin
Di Jogja ada berbagai macam kendaraan, mulai dari yang sumber penggeraknya mesin, hewan, hingga manusia. Salah satu kendaraan yang hingga kini masih digemari oleh sebagian masyarakat kota Jogja adalah sepeda onthel. Meskipun sepeda onthel kini dianggap kurang elite oleh masyarakat kelas menengah ke bawah, namun justru menjadi kendaraan favorit bagi masyarakat kelas menengah ke atas, khususnya mereka yang mencintai barang-barang kuno atau antik. Sepeda onthel yang modelnya sudah kuno atau model lama harganya bisa mencapai jutaan rupiah. Sepeda onthel merupakan salah satu kendaraan anternatif yang ramah lingkungan dan menyehatkan, karena tidak menimbulkan polusi dan digerakkan oleh tenaga manusia, bukan mesin.

Andong
Pada dasarnya andong merupakan buggy atau kereta dengan empat roda yang ditarik oleh seekor kuda. Kereta ini dapat membawa lima orang dewasa, ditambah lagi dengan pak kusir. Andong dapat ditemukan di banyak tempat di Yogyakarta, khususnya di jalan Malioboro. Hanya dengan membayar Rp.??.000 Anda puas berkeliling Kraton dan menikmati indahnya kota Yogyakarta.

Kereta Kencana
Kereta Kencana merupakan salah satu alat transportasi khusus yang ada di Yogyakarta. Kereta Kencana biasanya hanya dipergunakan atau dikendarai oleh Sultan dan atau keluarga serta kerabat Kraton Yogyakarta. Kereta Kencana berasal dari kata Kereta yang berarti ‘kendaraan beroda dua yang dijalankan oleh kuda’, dan kata Kencana yang berarti ’emas’. Untuk Kereta Kencana yang merupakan milik Kraton Yogyakarta biasanya disakralkan, dalam artian kereta tersebut hanya dikendarai dalam situasi tertentu. Sedangkan untuk Kereta Kencana yang disewakan di luar tembok Kraton merupakan kendaraan atau alat transportasi yang digunakan untuk menarik minat wisatawan. Diharapkan agar dengan menaiki Kereta Kencana buatan ini, para wisatawan serasa menjadi kerabat Kraton Yogyakarta. Kereta-kereta ini dapat ditemukan di Kraton.

Becak
Kendaraan beroda tiga ini sudah sangat familiar di telinga kita. Becak dapat dengan mudah kita jumpai di kota Jogja. Jogja juga disebut dengan kota becak karena jumlahnya yang sangat banyak. Becak telah menjadi sarana transportasi kebanggaan masyarakat Jogja. Bagi para wisatawan, baik asing maupun local, menaiki becak mempunyai kesan tersendiri. Tarif yang murah dan rasa nyaman ketika menaiki becak menjadi kendaraan favorit. Tukang becak yang ramah senantiasa siap mengantarkan para penumpang kemanapun mereka pergi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *