Hadjir, Guru Kursus Batik Turis Asing

by -0 views


Berkunjung ke Yogyakarta tidak akan lengkap jika anda tidak mengunjungi Istana Air Tamansari, yang berlokasi di Kraton. Kantor pariwisata di Kraton mencatat ada sekitar 6500 sampai 7000 pengunjung yang berkunjung ke Tamansari setiap bulannya, dengan peningkatan jumlah pada saat liburan. Para wisatawan juga membawa keuntungan secara ekonomi untuk masyarakat di wilayah sekitar, terutama dalam mempromosikan kerajinan batik yang telah berkembang menjadi industri yang maju.

Salah satu pengrajin batik di Kraton adalah Drs. Hadjir Digdodarmodjo, lulusan dari IKIP Yogyakarta, yang telah berpengalaman mengajar batik kepada orang-orang barat selama lebih dari 25 tahun. Namanya terkenal di seluruh dunia sebagai guru batik. Di kotanya sendiri, namanya malah kurang dikenal. Masih banyak orang Jogja yang belum mengetahui bahwa ada salah seorang warga Jogja yang telah berhasil melestarikan batik Jogja hingga ke negara-negara di seluruh dunia. Hadjir adalah guru tunggal di “Intensive Batik Course” yang beralamat di Taman, KT 1/314, Yogyakarta 55133.

Dia mengatakan bahwa dirinya terinspirasi untuk membuka kursus batik pada tahun 1970 ketika dia bertemu sepasang wisatawan dari Thailand. Mereka ingin belajar tentang seni batik tapi tidak bisa menemukan tempat untuk kursus. Kebanyakan dari mereka termotivasi oleh rasa ingin tahu tentang cara membuat batik karena di negara mereka tidak terdapat tempat-tempat kursus batik. Hadjir juga mengatakan bahwa dia telah mengajar ratusan wisatawan dari Austria, Amerika, Australia, Prancis, Jerman, Kanada, Jepang, dan Korea.

Pelajarannya meliputi:

  1. Sejarah batik dan motif tradisional
  2. Penggunaan lilin
  3. Bagaimana mempersiapkan dan menggunakan pewarnaan alami dan kimia
  4. Bagaimana cara memegang, menggunakan, dan sekaligus membersihkan canting
  5. Bagaimana menggunakan lilin pada garis tipis dan tebal
  6. Bagaimana menggunakan cap batik
  7. Bagaimana membersihkan lilin dari kain

Visi dari pendirian “Intensive Batik Course” adalah untuk membantu usaha pemerintah dalam menahan wisatawan supaya berkunjung ke Yogyakarta lebih lama, melestarikan batik Jogja, dan untuk mencari penghasilan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.