Kerajinan Wayang

Wayang kulit sebagai sebuah penggambaran karakter manusia dalam pementasan, telah menjadi salah satu daya tarik pariwisata di Yogyakarta. Dalam bahasa Inggris, wayang lebih dikenal dengan sebutan “puppet shadow” yang berarti bayangan.

Berbicara tentang cara pembuatan wayang, tidak akan terlepas dari seni memahat. Dalam kerajinan ini, obyek yang dipahat adalah kulit kerbau sebagai bahan dasar pembuatan wayang. Alasan mengapa kulit kerbau dipakai sebagai bahan dasar pembuatan wayang lebih didasarkan pada kualitas kulit yang kuat.

Pembuatan wayang, khususnya wayang untuk pertunjukan, harus menuruti pakem (aturan.red) yang telah ada. Proses pembuatan 1 karakter wayang berbeda-beda tergantung ukuran dan karakter wayang itu sendiri. Langkah pertama dalam pembuatan wayang adalah menggambar pola karakter wayang dalam lembaran kulit kerbau. Selanjutnya, pola yang telah tergambar tersebut dipahat. Salah satu alat dalam kerajinan wayang ini bernama dlingan yang dipergunakan untuk memotong kulit. Setelah proses pemahatan selesai, desain digosok atau diamplas menggunakan kece. Langkah terakhir adalah pewarnaan desain wayang menggunakan cat.

Salah satu pengrajin wayang yang dimiliki oleh Kecamatan Kraton adalah bapak Sugeng. Dia memulai usaha tersebut kurang lebih 20 tahun yang lalu. Galeri wayang bapak Sugeng terletak di lingkungan wisata Taman Sari. Galeri yang juga berfungsi sebagai rumah tersebut, menyimpan bermacam-macam tokoh wayang hasil karyanya. Galeri tersebut sering dikunjungi oleh wisatawan asing yang ingin mengetahui perihal wayang dan cara pembuatannya. Mengingat wayang buatan bapak Sugeng hanya dijual di galerinya saja, wisatawan dapat melihat dan membeli sekaligus mendapatkan informasi yang ingin diketahui.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *