Tamansari


Tamansari merupakan salah satu objek wisata yang sangat terkenal dan banyak dikunjungi oleh wisatawan. Seperti halnya objek-objek wisata di sekitarnya, Tamansari juga memiliki potensi yang luar biasa. Selama ini para wisatawan yang berkunjung ke wilayah Yogyakarta seringkali hanya tertarik pada objek-objek wisata yang telah mendunia saja. Misalnya Komplek Candi Prambanan, Pantai Parangtritis dan sekitarnya, Kraton Yogyakarta dan sebagainya. Namun sejak bencana gempa yang terjadi pada tanggal 27 Mei 2006 yang membuat beberapa objek wisata di Yogyakarta tutup atau menjadi kurang diminati, Tamansari menjadi objek wisata alternatif yang mungkin dapat dikunjungi oleh para wisatawan. Sehingga pengunjung di Tamansari diharapkan lebih meningkat.

Tamansari terletak di wilayah Taman, Kecamatan Kraton, Kotamadya Yogyakarta. Letaknya tidak jauh dari komplek Kraton Yogyakarta, sehingga akan sangat mudah untuk dikunjungi. Nama Tamansari ada yang mengartikan sebagai sebuah taman yang sangat indah dan mempesona. Komplek Tamansari berdiri di atas tanah milik Sultan Hamengku Buwono (Kagungan Dalem Kraton Yogyakarta) yang pengelolaannya ditangani oleh Tepas Keprajuritan Kraton Ngayogyakarta.

Secara simbolik, Tamansari dapat diartikan sebagai alat penghubung yang secara tidak langsung mengubungkan lahir dan batin antara Sultan dengan rakyatnya. Karena air yang telah mengalir melalui komplek Tamansari dipercaya dapat menyuburkan tanah dan menolak hama tanaman. Tamansari merupakan tempat rekreasi, tempat peristirahatan, dan juga sebagai tempat pertahanan bagi Sultan, Istri Sultan, dan segenap keluarga Kraton Yogyakarta. Hal tersebut tapak dari adanya segaran yang lengkap dengan perahunya, lorong-lorong bawah tanah, kolam pemandian dengan tempat ganti pakaian, kolam latihan berenang, ruang untuk menari, dapur, dan sebagainya. Tamansari dibangun pada masa awal pembangunan Kraton Yogyakarta atau pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono I sebagai penghargaan kepada istrinya yang turut menderita sewaktu Pangeran Mangkubumi atau Sri Sultan Hamengku Buwono I berperang.

Sebagai tepat pemandian dan rekreasi, air di Komplek Tamansari dialirkan dari sungai Winongo yang mengalir di sebelah barat Tamansari. Air tersebut dialirkan ke segaran yang merupakan tempat mengumpulkan dan mengatur air yang akan digunakan untuk mengisi kolam-kolam melalui parit-parit buatan. Dahulu di Komplek Tamansari terdapat kebun buah-buahan, namun sekarang kebun-kebun tersebut sudah berubah menjadi pemukiman penduduk.

Bangunan-bangunan di dalam Komplek Tamansari di antaranya adalah Gerbang Kenari, Gedong Temanten dan Gedong Pangunjukan, Gapura Panggung, Gedong Sekawan, Kolam Umbul Winangun, Gapura Agung, Gapura Carik, Gedong Garjitowati, Gerbang Taman Umbulsari, Pasarean Ledoksari, Pongangan Peksi Beri, Gerbang Sumur Gumuling, Sumur Gumuling, Pulo Kenanga, Urung-urung, Pulo Panembung, Pongangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *